Perhitungan akhir ramadhan / awal syawal
Tuesday, November 13th, 2007 Ada 3 besar metode yang digunakan untuk menentukan 1 Syawal (juga 1
Ramadhan dan 1 Dzulhijah, serta bulan-bulan Hijriah yang lainnya).
Hisab
Metode
ini mengandalkan ilmu hitung astronomi sehingga bisa diketahui posisi
benda-benda langit (terutama bulan dan matahari) setiap saatnya. Dengan
bantuan teknologi komputer seperti sekarang ini akurasi dari
perhitungannya semakin tinggi. Salah satu software yang mudah untuk
digunakan adalah MoonC. Linknya ada di menu Download.
Karena
kita mulai Ramadhan pada tanggal 13 September 2007, “mengintip” bulan
dilakukan pada tanggal 11 Oktober 2007 (29 Ramadhan 1428H). Kalau bulan
baru sudah muncul pada sore hari itu, berarti 1 Syawal 1428 H jatuh
pada 12 Oktober 2007 (di tempat kita “mengintip” bulan). Kalau bulan
baru belum muncul, berarti 1 Syawal 1428 H jatuh pada 13 Oktober 2007.
Coba kita “mengintip” untuk wilayah Jakarta.
Hasil dari MoonC, di Jakarta pada tanggal 11 Oktober 2007:
- Matahari terbenam pada pukul 17:46:13
- Bulan terbenam pada pukul 17:48:43
- Matahari terbenam lebih dahulu daripada bulan 2 menit 30 detik.
Artinya, bulan baru telah muncul, dan 1 Syawal 1428 H jatuh pada 12 Oktober 2007.
Rukyah
Para petugas rukyah akan melihat hilal di tempat-tempat strategis pada tanggal 11 Oktober 2007, sore hari.
- Jika ada laporan hilal terlihat, 1 Syawal 1428 H ditetapkan jatuh pada tanggal 12 Oktober 2007.
- Kalau tidak ada laporan hilal terlihat, 1 Syawal 1428 H ditetapkan jatuh pada tanggal 13 Oktober 2007.
Melihat hasil MoonC, kecil kemungkinannya (kalau tidak mau dikatakan mustahil) hilal terlihat dengan mata telanjang.
Imkanur Rukyat
Metode
ini telah disepakati oleh Menteri Agama dari Indonesia, Brunei,
Malaysia, dan Singapura. Menurut metode ini, bulan baru dikatakan lahir
jika memenuhi salah satu dari kriteria berikut ini
- Ketika matahari terbenam, ketinggian bulan di atas cakrawala tidak kurang dari 2 derajat.
- Jarak lengkung bulan-matahari (sudut elongasi) tidak kurang dari 3 derajat.
- Ketika bulan terbenam, umur bulan tidak kurang dari 8 jam.
Syarat
1 dan 2 agak rumit menjelaskannya. Kita gunakan saja syarat 3. Menurut
MoonC, bulan baru lahir pada tanggal 11 Oktober 2007 pukul 05:01:50 GMT
atau 12:01:50 WIB. Artinya pada waktu bulan tenggelam pukul 17:48:43,
umur bulan baru 05:46:53. Ini masih kurang dari 8 jam. Dengan demikian,
1 Syawal 1428 H ditetapkan pada tanggal 13 Oktober 2007.
Persoalan lain
Dengan
metode hisab dan penggunaan MoonC, di Jakarta, Matahari terbenam lebih
dahulu daripada Bulan 2 menit 30 detik. Tapi tidak demikian dengan
sebagian wilayah Indonesia Timur. Bisa disebutkan di sini kota-kota
besar seperti Manado dan Jayapura, pada tanggal 11 Oktober 2007 sore
hari, Bulan terbenam lebih dahulu daripada Matahari. Artinya, di
wilayah tersebut, bulan baru belum lahir. Lalu, bagaimanakah para
“penganut” metode hisab di wilayah ini? Apakah akan ikut hasil hisab di
wilayahnya (1 Syawal 1428 H pada 13 Oktober 2007) atau ikut hasil hisab
ibukota negara (Jakarta) yang menetapkan 1 Syawal 1428 H bertepatan
pada 12 Oktober 2007?
Arab Saudi
Ada
juga kaum muslimin di Indonesia yang menjadikan Arab Saudi sebagai
patokan penetapan tanggal Hijriah. Dengan menggunakan MoonC, data untuk
kota Mekkah pada tanggal 11 Oktober 2007 adalah sebagai berikut.
- Matahari terbenam pada pukul 18:00:03
- Bulan terbenam pada pukul 17:59:02
- Bulan terbenam lebih dahulu daripada Matahari 1 menit 1 detik.
Dengan
kondisi ini, 1 Syawal 1428 H seharusnya jatuh pada 13 Oktober 2007.
Tapi, seperti sering terjadi pada tahun-tahun sebelumnya, pemerintah
Arab Saudi dengan mudah menerima pengakuan seseorang yang melihat hilal
(walaupun secara perhitungan, hilal mustahil muncul). Kalau terjadi
lagi seperti ini, tidak tertutup kemungkinan Arab Saudi berlebaran pada
tanggal 12 Oktober 2007.
Dengan demikian di Indonesia ( khusunya Jakarta) kemungkinan ada 2 versi lebaran 1428 H ini
- Tanggal 12 Oktober 2007
- pengguna metode hisab
- pengikut Arab Saudi (jika pemerintah Arab Saudi dengan mudahnya menerima pengakuan penglihat hilal)
- Tanggal 13 Oktober 2007
- pengguna metode Imkanur Rukyat
- pengguna metode rukyat (jika mengacu pada hasil hisab, hilal pada tanggal 11 Oktober 2007 kecil kemungkinan terlihat di Jakarta)
- pengikut Arab Saudi (jika mengacu pada hasil hisab, hilal pada tanggal 11 Oktober 2007 mustahil terlihat di Mekah)
source http://rasalfa.wordpress.com